And we’re strangers again but this time with memories. Memories of laughter, memories of late-night talks, of moments that felt like they’d last forever, it strange, isn’t it? To look at someone who once meant everything and realize they’re just someone you used to know. I still replay the good times in my head, the way you smile could light up the room, the way you made me feel safe, like I’d finally found my place in the world. For a while it felt like nothing could touch us like we always have each other but here we are no texts no calls no how have you been just silence and it hurts. Cause a part of me will always wonder, what if we had tried a little harder, held on a little longer maybe then we wouldn’t have ended up here. Now we’re strangers but every once in a while, I catch myself hoping you still think about me too.
Putus asa tak selalu tentang seseorang yang mengakhiri hidupnya. Putus asa bisa saja dilakukan seseorang dari hal-hal yang tampak biasa saja. Ketika seseorang yang periang yang selalu tampak tersenyum perlahan menjadi seseorang yang tak lagi acuh atau peduli dengan orang di sekelilingnya. Putus asa tak selalu terdengar. Putus asa bisa saja terlihat ketika seseorang tak lagi menuntut cintanya untuk setia atau tetap tinggal di hidupnya. Ketika seseorang yang ia cinta pergi dari hidupnya, ia hanya diam. Keputusasaan bisa tumbuh dimana dan kapan saja. Putus asa tak harus diteriakkan atau ditunjukkan. Ketika seseorang berhenti memakan makanan kesukaannya lalu berkata "aku tidak lapar". Mungkin sebelum benar-benar putus asa, seseorang tersebut berhenti melakukan hal-hal yang dulu ia lakukan dan memilih mati perlahan dalam diam. — Lalu pergi dan mengakhiri.
Komentar
Posting Komentar