Langsung ke konten utama

Jangan berhenti berjuang!

Untuk para pejuang akademisi,

Saat ini, seminggu ke depan, maupun bertahun-tahun yang akan datang, boleh saja teman dan orang lain menaksir kecerdasanmu dari deretan angka-angka di rapor.

Bagi mereka, kemampuan dan bakatmu hanya dikotak-kotakkan dalam label Matematika, Geografi, Biologi, Sejarah, Fisika, Ekonomi, Bahasa, dan seterusnya.
Bagi mereka, tingkat pencapaianmu hanya sebatas angka dua digit pada laporan kemajuan di akhir semester.

Bisa saja orang tua mengukur keberhasilan pendidikanmu hanya dari sekilas warna merah atau hijau pengumuman di layar komputer.

Bagi mereka, hijau artinya sukses dan merah artinya gagal, tanpa paham akan jerih payah dan usaha kerasmu selama ini.
Bagi mereka, seluruh hidupmu dibentuk untuk saat ini, di mana akhirnya kamu mempertaruhkan segala kepintaran dan kerja keras pada sebuah ujian.

Tidak perlu banyak mengeluh.
Standar pendidikan kala ini memang diberikan dalam bentuk nilai, dan penerimaan memang hanya ditandakan dengan warna merah ataupun hijau.
Standar pendidikan saat ini memang baru bisa melihat hasil saja, tanpa menilik proses perjuangan para akademisi di balik itu semua.

Standar pendidikan sekarang memang belum memenuhi ekspektasi kita. Tetapi, apakah kita akan terus-menerus berlindung di balik alasan tersebut?

Aku dan kamu sama-sama sungguh paham, bahwa proses perjuangan kita semua tidak bisa diukur dengan nilai dan hasil akhir saja.

Keberhargaan dirimu tidak hanya ditimbang dari nilai dan hasil seleksi semata.

Aku dan kamu sama-sama berjuang untuk memperkaya wawasan, menimba ilmu, dan belajar, bukan sekadar mencari nilai.

Porsi aku dan kamu adalah sama-sama berjuang dalam proses. Mungkin menurut aku dan kamu, hasil yang kita peroleh tidak sesuai dengan pengorbanan yang kita berikan.

Walau begitu, percayalah bahwa apapun yang terjadi, itu semua terjadi untuk hal yang lebih baik untuk masing-masing kita di masa depan.

Jagalah kejujuran hatimu dan tetaplah berusaha meskipun sulit.
Jagalah ketabahan hatimu dan jangan berhenti untuk bangkit.

Hasil yang baik memang dinilai tinggi, tetapi kejujuran dan ketabahan hati tak akan bisa digantikan oleh apapun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

disable

aku masih disini,masih berdiri di tempat yang sama. aku tak benar benar pergi darimu,aku hanya menepi dan membiarkan mu bahagia dengan jalan yang kau pilih. aku selalu menjagamu dalam diam, melihatmu dari kejauhan dan merindukanmu dalam sepi. kembalilah jika kau mau tak usah terburu-buru. 13 Desember 2021

Trying.

I'm trying to be happy. trying to live my life without you. but it’s difficult to do that when you’re all i can think about. you’re all i can think about when i see lovers living their lives for each other, because that’s everything i’ve ever wanted with you. and now, because of you… i know exactly what it’s like to want something i can’t have. i know what it’s like to miss someone i can’t see every day. i know what it’s like to love someone who doesn’t love me back. maybe, someday, i’ll finally be able to find another person to put in your place, but sometimes it all comes crashing down in my head, and the reality is just too hard for me to handle. because, i just want you. i want you on your bad days. i want your imperfections. i want your insecurities. and i want to be the person to love you and be there for you when everyone else turns away.

Gairah hidup (Passion) VS Pendidikan (Education)

Gue pernah sempet bingung antara memilih pendidikan formal dan mendapat gelar sarjana atau mengikuti apa yang menjadi gairah hidup gue (passion). Dan yang pada akhirnya gue lebih memilih mengejar passion gue dan meninggalkan pendidikan gue untuk mengejar gelar sarjana. Dilema, itulah apa yang gue rasakan tentang hal ini. Keluarga khususnya orang tua gue pengen anak laki-lakinya ini memiliki pendidikan formal dan menjadi sarjana. Tapi entahlah, gue merasa kuliah bukanlah tempat yang tepat untuk gue "selami". Gue pengen traveling, gue pengen menjelajah dunia. I don’t believe education starts and ends in the classroom . Gue gak percaya kalo pendidikan harus dimulai dan diakhiri dibangunan bernama sekolah atau kampus. Menurut gue, pendidikan formal bukan segalanya, pendidikan yang baik harus sesuai dengan apa yang kita mau, harus menjadi sesuatu yang bisa kita adopsi untuk kehidupan kita sendiri. Picasso sang seniman besar pernah berkata, semua manusia t...