Langsung ke konten utama

Kepada hati yang tengah tersakiti.

Sebelumnya, maafkan aku sebab tulisan ini tak akan menyembuhkan luka di hatimu.
Aku tak akan pernah bertanya sakitmu berasal dari mana.
Kecuali kalau kau sendiri yang mau membuka luka dan menceritakannya.

Entahlah.

Mungkin lukamu berasal dari harapan yang selama ini kau harapkan menjadi nyata, dan dia yang seolah membuka kesempatan bagimu untuk masuk dalam kehidupannya.

Atau mungkin lukamu berasal dari perasaan yang harus terhenti karena keadaan yang tak seharusnya—atau pada waktu yang tidak tepat, misalnya.

Atau tentang masa lalu yang masih saja menghantui kehidupanmu. Yang kau sendiri masih saja tak tahu bagaimana cara berdamai dengannya.

Kau bisa menutupinya dengan tertawa tanpa perasaan bahagia. Atau mungkin kau menghabiskan malam dengan menangis hingga tak lagi keluar air mata.

Tak apa.

Asal jangan lupa bangkit. Berjalanlah terus ke depan. Hingga suatu hari nanti, kau menyadari kau sangat berharga.

Sebab sekalipun sembilan ratus lima manusia membantumu melepaskannya, jika kau sendiri masih senang menggenggam luka, bisa apa?

Mungkin kau akan berkata, "kau ini tak mengerti bagaimana rasanya jadi aku dan usaha yang sudah ku lakukan tapi segalanya masih saja terasa sulit. aku mencintainya."

Dengar, yang kau butuhkan adalah keberanian. Keberanian menerima kenyataan bahwa tanpa dirinya, kau masih dan akan selalu baik-baik saja.

Cobalah.

Berbahagialah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

disable

aku masih disini,masih berdiri di tempat yang sama. aku tak benar benar pergi darimu,aku hanya menepi dan membiarkan mu bahagia dengan jalan yang kau pilih. aku selalu menjagamu dalam diam, melihatmu dari kejauhan dan merindukanmu dalam sepi. kembalilah jika kau mau tak usah terburu-buru. 13 Desember 2021

Trying.

I'm trying to be happy. trying to live my life without you. but it’s difficult to do that when you’re all i can think about. you’re all i can think about when i see lovers living their lives for each other, because that’s everything i’ve ever wanted with you. and now, because of you… i know exactly what it’s like to want something i can’t have. i know what it’s like to miss someone i can’t see every day. i know what it’s like to love someone who doesn’t love me back. maybe, someday, i’ll finally be able to find another person to put in your place, but sometimes it all comes crashing down in my head, and the reality is just too hard for me to handle. because, i just want you. i want you on your bad days. i want your imperfections. i want your insecurities. and i want to be the person to love you and be there for you when everyone else turns away.

Gairah hidup (Passion) VS Pendidikan (Education)

Gue pernah sempet bingung antara memilih pendidikan formal dan mendapat gelar sarjana atau mengikuti apa yang menjadi gairah hidup gue (passion). Dan yang pada akhirnya gue lebih memilih mengejar passion gue dan meninggalkan pendidikan gue untuk mengejar gelar sarjana. Dilema, itulah apa yang gue rasakan tentang hal ini. Keluarga khususnya orang tua gue pengen anak laki-lakinya ini memiliki pendidikan formal dan menjadi sarjana. Tapi entahlah, gue merasa kuliah bukanlah tempat yang tepat untuk gue "selami". Gue pengen traveling, gue pengen menjelajah dunia. I don’t believe education starts and ends in the classroom . Gue gak percaya kalo pendidikan harus dimulai dan diakhiri dibangunan bernama sekolah atau kampus. Menurut gue, pendidikan formal bukan segalanya, pendidikan yang baik harus sesuai dengan apa yang kita mau, harus menjadi sesuatu yang bisa kita adopsi untuk kehidupan kita sendiri. Picasso sang seniman besar pernah berkata, semua manusia t...