Anak Muda Jaman Dulu Story~

Halo gaeeesss apa kabar nih, lama gue gak kesini udah bedebu aja nih blog :v
mumpung ada banyak inspirasi di pagi hari ini, yaudah gue limpahin kesini aja kali yaa. sekallian gue juga pengen curhat, kasian juga liat generasi anak muda jaman sekarang ceilah yan,lu juga anak muda keles.. yaudah ini adalah enaknya jadi anak generasi lama a.k.a 80,90an curhatan para anak remaja pada masa itu kurang lebih seperti ini :

Kami adalah generasi yang masih bermain di halaman dan di jalan-jalan. Kami berlari dan bersembunyi penuh canda tawa dan persahabatan. Galasin, Yoyo, Petak Umpet, Benteng, Dam, Lompat Tali, dan Ular Naga. Generasi yang melalui insiden ‘pup’ di celana, kepeleset di WC Umum helikopter, mencuri jambu dan mangga tetangga, mengejar layang-layang, balapan ban bekas, duduk berhadap-hadapan memainkan Monopoli, Halma dan Ular Tangga. Kecerdasan kami diuji dengan Perlombaan Cerdas Cermat. Betapa cerianya masa kecil kami, masa kecil Generasi Bahagia.

Kantor pos dan Wartel adalah pusat kegiatan kami saat Hari Raya. Saling berkirim Telegram Indah sambil menghitung harga setiap kata; mengirim jawaban kuis atau pun teka-teki silang lewat Kartu Pos, dan mendapat kiriman uang kost melalui Wesel Pos. Kami saling berkirim salam, juga kepada kecengan kami, lewat penyiar radio sambil meminta diputarkan lagu tertentu, lalu merayu gebetan selama berjam-jam di wartel atau menyediakan koin seratusan sebanyak mungkin untuk menelepon di telepon umum yang terpencil lagi sepi, kalau bisa yang agak rusak (satu koin bisa sekian lama meneleponnya). Kami memakai baju lungsuran, dan juga buku pelajaran lungsuran dari kakak atau pun kakak kelas. Generasi Bahagia yang seru sekaligus mengharukan.

Kamilah generasi pertama yang mencicipi teknologi gadget gelombang pertama untuk pergaulan. Kamilah yang pertama kali berkirim pesan dengan Pager, yang pertama kali mengenal SMS, yang membuat chatroom (warung obrolan) lewat handie talkie. Kamilah generasi yang mengalami booming lagu Bercinta di Udara dari Farid Harja. Kamilah yang pertama kali menikmati komputer desktop, internet, chat, browsing, surfing. Generasi Bahagia yang pertama mengenal Game Watch, Video Games, Atari, Nintendo dan Spica.

Generasi kamilah yang tahu apa hubungan antara kaset dengan pensil atau pulpen. Generasi kamilah yang merekam lagu dari siaran radio ke kaset, yang menulis lirik lagu dengan cara play-pause-rewind. Generasi yang pertama menikmati Walkman, Handycam serta mesin ketik Brother dan Olimpia. Bersahabat dengan Laser Disc, VHS, dan Betamax. Generasi yang harus kreatif dan tidak kehabisan akal apabila hendak bertukar kaset video Betamax di antara sesama anak laki-laki, serta selalu senang menonton bersama saat di rumah teman tidak ada siapa-siapa. Bacaan kami ber-evolusi, dari mulai Kuncung, Majalah Bobo, Ananda, lalu Hai, Gadis, Mode dan akhirnya Anita Cemerlang. Generasi Bahagia adalah generasi yang akrab dengan teknologi audio visual dan juga bacaan.

Kami tumbuh di antara para legenda dunia, seperti Madonna, New Kids On the Block, Michael Jackson, Phil Collins, The Police, Queen, Chicago, Obbi Messakh, Pantje Pondaag, Rinto Harahap, dan tentu saja, Chrisye. Kami tumbuh dengan keterampilan membuat kemoceng, asbak semen, lampion kertas, juga keterampilan elektronika membuat radio sederhana dan bel ruma, serta lain sebagainya. Kami memakai sepatu Warrior, Bata, Kasogi, Lotto, dan sepatu kung fu yang berwarna hitam. Kami selalu bersemangat mencari bungkus permen karet Yosan, dan menyukai alat tulis Sanrio. Mungkin generasi kami terkesan cupu, tapi kami bukan generasi madesu (masa depan suram).

Kami adalah generasi yang bebas: bebas naik motor tanpa helm, bebas naik mobil tanpa harus menggunakan sabuk pengaman, bebas dari sakit leher karena kebanyakan melihat handphone, bebas memanggil teman sekolah dengan nama bapaknya. Bebas dari K-pop dan kami menikmati masa kejayaan musik metal di tahun 80an hingga awal 90an. Kami bebas membeli kaset dengan harga sangat murah—yang sisa pitanya berisi lagu dari album lain atau pemusik lain—hingga kemudian Bob Geldoff datang ke Indonesia dan dia melontarkan protes keras soal itu.

Dan yang terpenting adalah: kami hapal Pancasila, hapal 36 butir Pengamalan Pancasila, hapal Sumpah Pemuda, hapal nama-nama para menteri, hapal Dasadharma Pramuka. Semenjak lahir hingga lulus kuliah, kami hanya punya satu presiden, yaitu Soeharto. Kami adalah anak kandung Orde Baru... Kami adalah Generasi Bahagia yang lahir di tahun 70an, tumbuh di tahun 80an, dan matang di tahun 90an...


Komentar

Postingan populer dari blog ini

disable

jomblo dan kembang api :v

Terakhir? Mungkin.